Showing posts with label My Story. Show all posts
Showing posts with label My Story. Show all posts

Jerman vs Aljazair!

Jerman mabok.
Halo! Akhirnya Jerman kembali berlaga jam tiga dinihari tadi. Well, kalimat diatas adalah kesan pertama yang gue dapet waktu Jerman melawan Aljazair. Sebetulnya gak nonton dari awal pertandingan sih, pas menit tiga puluh gue baru nonton. Jadinya gak begitu mantengin dan cuma beberapa aja yang mau gue sampaikan.

Jerman vs USA!

Well, kali ini nggak mau cuap-cuap banyak sih. Cuma pengen menceritakan sekilas saja, hehehe. Kalo gue banyak sok tahu...maklumin aja, remaja labil.
Akhirnya, gegap gempita World Cup nyampe juga ke gue.
Seperti yang kita tahu, beberapa jam yang lalu Jerman baru saja mengalahkan USA dengan skor 0-1. Membuat banyak fans USA galau. Yang gue heran kan Jerman yang menang, kenapa pelatihnya malah jadi yang ngamuk tadi? Aneh.

Gue bukan maniak bola. Cuma senang dengan Real Madrid, itupun gak fanatik. Mentok-mentok fanatik cuma taruhan 3.000 sama Taruna waktu Real Madrid lawan Barca di Copa del Rey, MENANG LAGI. 

Gimana Sih Rasanya?

Hidup di desa kayaknya asyik ya?
Bisa nikmatin pemandangan yang bagus, udara sejuk, gotong royong, dan lain-lain.
Well, sebetulnya banyak banget desa di Indonesia yang tipenya seperti itu.
Tiap tahun gue selalu ke desa pembantu gue.
Memang kayak begitu kok!
 Tapi entah kenapa,
Gue justru tertarik sama salah satu desa di Eropa.
Kalau misalnya ada meditasi nih, gue selalu mengkhayal tentang desa ini.
Soalnya katanya pemandangannya memang indah banget, walaupun gue cuma tau keindahan itu dari Google doang.
Teng tereng...
Desa ini adalah desa Juf yang berada di Swiss.
Desa Juf terhitung sebagai sebuah desa tertinggi di Eropa. Berada kalo gak salah di kaki gunung Alpen lah. Anjas, liat fotonya aja udah bikin gue ngiler. Kayaknya asyik bener ya tinggal disana? Jalanan terjal hijau...di kaki gunung lagi! Desa tertinggi di Eropa pula!
Wisss bro, tau darimana desa ini?
Dari buku lah.
Pertama kali tahu dari novel Alline---salah satu penulis remaja fav gue. Walaupun tahunya dari novel pinjaman sih, ahahah. Di novelnya yang berjudul Aviredie, menceritakan sebuah persahabatan yang terjalin di desa ini. Gue terus terang salut sama novel ini. Alline emang best writer, hahaha! Ketahuan dari betapa luasnya geografi yang dia tampilkan di novelnya itu.
Dan gue langsung cari tentang desa ini dan memang bagus banget. Entah kenapa, pengen aje tinggal disana. Keciprat novel Aviredie kali ya? Hihihi. Tapi bro, tapi...
 GUE GAK BISA JERMAN ATAU PRANCIS SATU KATA PUN.
Prancis aja cuma tau bonjour, je t'aime, dan kata-kata mainstream lainnya. Peleh, itu juga gak tau pengucapan yang benernya gimana. Jerman? Cuma tahu Danke, artinya terimakasih. Lah gimana mau tinggal disana. Masih mending juga ada rumah yang bisa ditempatin buat homestay. Kalau di novel Aviredie, si Avoinne sih bisa dengan gampangnya hidup disana, karena Bibinya adalah penduduk sana. Dia juga kan orang New Zealand gitu. LAH GUE?
 Ah. Doa saja semoga ada orang yang berbaikhati ngajarin gue bahasa Jerman atau Prancis, dan ada homestay buat tinggal disana. Huhuhu, semoga aja.


Urgh.









 






Yey that's all. Juf aku datang. (emangnya kapan?)

Tanpa James

Sehari tanpa Kakakku?
Showing posts with label My Story. Show all posts
Showing posts with label My Story. Show all posts

Tuesday, 1 July 2014

Jerman vs Aljazair!

Jerman mabok.
Halo! Akhirnya Jerman kembali berlaga jam tiga dinihari tadi. Well, kalimat diatas adalah kesan pertama yang gue dapet waktu Jerman melawan Aljazair. Sebetulnya gak nonton dari awal pertandingan sih, pas menit tiga puluh gue baru nonton. Jadinya gak begitu mantengin dan cuma beberapa aja yang mau gue sampaikan.

Thursday, 26 June 2014

Jerman vs USA!

Well, kali ini nggak mau cuap-cuap banyak sih. Cuma pengen menceritakan sekilas saja, hehehe. Kalo gue banyak sok tahu...maklumin aja, remaja labil.
Akhirnya, gegap gempita World Cup nyampe juga ke gue.
Seperti yang kita tahu, beberapa jam yang lalu Jerman baru saja mengalahkan USA dengan skor 0-1. Membuat banyak fans USA galau. Yang gue heran kan Jerman yang menang, kenapa pelatihnya malah jadi yang ngamuk tadi? Aneh.

Gue bukan maniak bola. Cuma senang dengan Real Madrid, itupun gak fanatik. Mentok-mentok fanatik cuma taruhan 3.000 sama Taruna waktu Real Madrid lawan Barca di Copa del Rey, MENANG LAGI. 

Tuesday, 24 June 2014

Gimana Sih Rasanya?

Hidup di desa kayaknya asyik ya?
Bisa nikmatin pemandangan yang bagus, udara sejuk, gotong royong, dan lain-lain.
Well, sebetulnya banyak banget desa di Indonesia yang tipenya seperti itu.
Tiap tahun gue selalu ke desa pembantu gue.
Memang kayak begitu kok!
 Tapi entah kenapa,
Gue justru tertarik sama salah satu desa di Eropa.
Kalau misalnya ada meditasi nih, gue selalu mengkhayal tentang desa ini.
Soalnya katanya pemandangannya memang indah banget, walaupun gue cuma tau keindahan itu dari Google doang.
Teng tereng...
Desa ini adalah desa Juf yang berada di Swiss.
Desa Juf terhitung sebagai sebuah desa tertinggi di Eropa. Berada kalo gak salah di kaki gunung Alpen lah. Anjas, liat fotonya aja udah bikin gue ngiler. Kayaknya asyik bener ya tinggal disana? Jalanan terjal hijau...di kaki gunung lagi! Desa tertinggi di Eropa pula!
Wisss bro, tau darimana desa ini?
Dari buku lah.
Pertama kali tahu dari novel Alline---salah satu penulis remaja fav gue. Walaupun tahunya dari novel pinjaman sih, ahahah. Di novelnya yang berjudul Aviredie, menceritakan sebuah persahabatan yang terjalin di desa ini. Gue terus terang salut sama novel ini. Alline emang best writer, hahaha! Ketahuan dari betapa luasnya geografi yang dia tampilkan di novelnya itu.
Dan gue langsung cari tentang desa ini dan memang bagus banget. Entah kenapa, pengen aje tinggal disana. Keciprat novel Aviredie kali ya? Hihihi. Tapi bro, tapi...
 GUE GAK BISA JERMAN ATAU PRANCIS SATU KATA PUN.
Prancis aja cuma tau bonjour, je t'aime, dan kata-kata mainstream lainnya. Peleh, itu juga gak tau pengucapan yang benernya gimana. Jerman? Cuma tahu Danke, artinya terimakasih. Lah gimana mau tinggal disana. Masih mending juga ada rumah yang bisa ditempatin buat homestay. Kalau di novel Aviredie, si Avoinne sih bisa dengan gampangnya hidup disana, karena Bibinya adalah penduduk sana. Dia juga kan orang New Zealand gitu. LAH GUE?
 Ah. Doa saja semoga ada orang yang berbaikhati ngajarin gue bahasa Jerman atau Prancis, dan ada homestay buat tinggal disana. Huhuhu, semoga aja.


Urgh.









 






Yey that's all. Juf aku datang. (emangnya kapan?)

Tanpa James

Sehari tanpa Kakakku?
 
Blognya Nadia Blog Design by Ipietoon